Memaparkan catatan dengan label Kalam Pena. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Kalam Pena. Papar semua catatan

Selasa, 21 September 2010

KAU PERGI TAK KEMBALI



p/s: Lagu ni arwah ibnu pling suka...ada maksud dan noltalgia tersendri katanya..ermmm...


Wahai pemilik nyawaku

Betapa lemah diriku ini

Berat ujian dari-Mu

Ku pasrahkan semua pada-Mu



Tuhan baru ku sadar

Indah nikmat sehat itu

Tak pandai aku bersyukur

Kini ku harapkan cinta-Mu



Kata-kata cinta terucap indah

Mengalir berzikir di kidung doaku

Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku



Butir-butir cinta air mataku

Teringat semua yang Kau beri untukku

Ampuni khilaf dan salah selama ini

Ya ilahi....

Muhasabah cintaku...



Tuhan...

Kuatkan aku

Lindungiku dari putus asa

Jika ku harus mati

Pertemukan aku denganMu

Tajuk : Muhasabah Cinta
Dari : Edcoustic

Isnin, 2 Ogos 2010

JANGAN BERSEDIH....

Janganlah bersedih...jika mslah menimpa, jika kehilangan bertandang, jika kehendak tdk tercapai, jika dri resah gelisah...

Nabi Muhammad SAW telah bersabda akan 2 doa agung yg bermanfaat bg siapa shja agar semua permslahan dan jiwa dikuatkan dlm menghadapi sesuatu kjadian yg menimpa dri...dimana Rasulullah SAW bersabda,,,berdoalah dgn doa : 

"Ya Allah, berikanlah petunjuk kepadaku, dan berikanlah kepadaku sikap istiqomah dan ketetapan dlm segala urusan". (Hadith riwayat Muslim)

"Ya Allah, berikanlah ilham kepadaku agar selalu mengikuti kebenaran dan peliharalah aku dari segala keburukanku".(Hadith riwayat Abu Daud)..

Jangan bersedih......

Sebagai manusia kita perlu sentiasa sedar bahawa cukuplah Allah SWT sebagai penolong dan pelindung kita...
Hasbunallah wa ni' mal' wakil bermaksud cukuplah Allah sbgai Penolong Kami dan Dia adalah Sebaik-baik Pelindung......oleh itu, jgnlah kita hilangarah atau pedoman jika sesuatu menimpa kita...berdoalah, mengadulah dan ...mengemislah padaNYA...Subhanallah....

Abu Al- Itahiyyah berkata:

Betapa sering hidupmu terancam, 
namun Allah sentiasa menjaga
dan memberi yang terbaik untukmu.
Masih saja engkau
membenci segala keputusanNYA???

Janganlah kita bersedih wahai saudaraku..Allah SWT telah berfrman:  .

Jika Allah SWT  menimpakan kemudharatan kpdmu, maka tiada yg mampu menghilangkan kecuali DIA....(Al- An'am;17)

............Sekian.............LA Tahzan

Sumber rujukan:  La tahzan siri 2






Sabtu, 26 Jun 2010

PENEGASAN

Assalamualaikum wbt...


Penegasan ????

1. Mtak maaf jika ana tdak mnjalankan amanah untuk mengupdate blog ini selalu..krna mslh line tenet di tmpat bru ana tggl kurang baik(dlm proses penyesuaian di tempat tggal baru dan di tempat keje) dan krna ada sdkit mls bila tenet pun slow..hehe...

2. Terima kash diucpkan kpd semua ttmu  tratak...moga apa yg dperolehi mnjdi bekal shngga ke penghjung dunia,,,,''

3. Ditegaskan ana hanya pengupdate blog..krana dlm jngka msa sama adalh juga insan dahagakan ilmu dunia dan akhirat...teratak adalah salah satu sumber ana blaja....

4. Trima ksh diucapkn kpd penulis dan penyumbang artcle sprti IBNU, siakap,zahir dan Noorlida krana sudi myumbangkan article dan menjwab serta mmbri pnduan dlm sgla pertanyaan tetamusmada sesi muzakarah atau scra perbdi.

5. Kepada tetamu setia, teratak...sokongan dan komen serta tnjuk ajar dr anti semua bgtu dhargai..mga ukhwah yg terjalin akan trs megar untuk sm2 mngejar dan menggali ilmu bekal akhrat..InsyaAllah

6. Ana bukan jenis suka blog working...sumber2 yang mnjdi rujukan dan post di teratak adalah smber yg ana sntiasa jadikan rujukan seperti Ibnu muslim, I lov Islam, Jakim, dan link2 yang dipamerkan di teratak sja mnjditumpuan ana......

7. Ana bg phak warga teratak mohon maaf sekiranya ,segala pertnyaan dan persoalan yang diajukan tetamu..tdk dpt dijwb dgn sempurna atau lmbt dibls....

8. Moga semua tetamu dan warga teratak bahagia dan hapy2 selalu apabila lepak disini...(^@^)(^;^)


Renungan pagi sedikit petikan terjemahan dari Firman Allah swt melalui surah Al- Mukminuun ayat 1-11 untuk perkongsian bersama iaitu.....




1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,





2. (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya,




3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,




4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,




5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,




6. kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.




7. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.




8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,




9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.




10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,




11.(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.













Jumaat, 18 Jun 2010

WAHAI UKHTI MUSLIMAH: JAGALAH AURATMU


Berpandukan perbincangan didalam blog semalam ‘D’ yg bertanya tentang perempuan menonton bola dan bermain bola rasaya xperlu dihuraikan lagi kerana sememangnya salah disisi aga kerana perempuan sesama perempuan pun perlu menjaga aurat mereka.Itu sesama perempuan tidak termasuk lagi dgn mahromnya dan wanita berlainan agama. Seorang wanita tidak blh menampakkan auratnya walaupun didepan mahrumnya dan wanita-wanita mukmin kecuali tempat-tempat perhiasannya

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman  :
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آَبَائِهِنّ….
“Dan janganlah wanita-wanita yang beriman menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka, dst…(Qs. An-Nur : 31) 

Dan tempat-tempat perhiasan adalah : kepala, tempat kalung, tempat gelang, dimlj yaitu perhiasan yang diletakkan di bahu, kedua tapak kaki, serta tempat gelang kaki.
Hanya tempat-tempat inilah yang boleh tampak di depan mahromnya dan di depan sesama wanita.
Sumber : Fatwa-Fatwa Albani, Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Menjadi wanita ni perlu memahami batas auratnya dan cara pemakaian mereka kerana tidak ada warna jilbab tertentu yang wajib digunakan, tapi jilbab tersebut haruslah pakaian yang tidak menarik perhatian dan tidak menyebabkan fitnah. Jilbab haruslah pakaian yang secara adat kebiasaan tidak menarik perhatian dan menyebabkan fitnah bagi yang melihat para wanita itu. Karena Alloh jalla wa ‘alaa berfirman :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“dan tetaplah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian, dan janganlah kalian ber-tabarruj (berhias) sebagaimana ber-tabarrujnya para wanita jahiliah dahulu” (QS. Al-Ahzab: 33)

Para ulama berkata : tabarruj adalah menampakkan kecantikan dan perhiasan wanita. Maka pakaian yang merupakan adat kebiasaan yang berwarna hitam atau tidak, merah, biru, ataupun hijau jika itu adalah pakaian yang sudah biasa dan tidak ada perhiasan dan kecantikan yang menarik perhatian, maka inilah yang seharusnya. Demikian pula pakaian dalamannya juga haruslah tertutup, dengan jilbab atau aba’ah (jubah) dengan menutup wajah, kedua tangan dan kedua kaki sehingga ia jauh dari fitnah. Dan tidak mengapa jika jilbab itu di cadarnya ada bagian terbuka untuk melihat, sehingga ia bisa melihat jalan dengan jelas, atau cadar tersebut terbuka untuk sebelah mata atau kedua mata sehingga ia bisa melihat jalan, dengan menutup bahagian yang lainnya.


ٍHijab syar’i bagi seorang wanita muslimah ketika keluar rumah setelah memakai gamis (baju panjang) adalah khimar (kerudung penutup kepala, leher, dan dada), dan jilbab (baju setelah gamis dan khimar yang menutup seluruh badan wanita/abaya).

Yang penanya kenakan sekarang-wallahu a’lam- adalah khimar yang tercantum dalam firman Allah ta’ala:
(وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ )(النور: من الآية31)
” Katakanlah kepada wanita yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke juyub (celah-celah pakaian) mereka” (QS. 24:31)

Berkata Ath-Thabary rahimahullahu:
وليلقين خُمُرهنّ …على جيوبهنّ، ليسترن بذلك شعورهنّ وأعناقهن وقُرْطَهُنَّ.

“Hendaknya mereka melemparkan khimar-khimar mereka di atas celah pakaian mereka supaya mereka bisa menutupi rambut, leher , dan anting-anting mereka” (Jami’ul Bayan 17/262, tahqiq Abdullah At-Turky)

Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu:
يعني: المقانع يعمل لها صَنفات ضاربات على صدور النساء، لتواري ما تحتها من صدرها وترائبها؛ ليخالفن شعارَ نساء أهل الجاهلية، فإنهن لم يكن يفعلن ذلك، بل كانت المرأة تمر بين الرجال مسفحة بصدرها، لا يواريه شيء، وربما أظهرت عنقها وذوائب شعرها وأقرطة آذانها. …والخُمُر: جمع خِمار، وهو ما يُخَمر به، أي: يغطى به الرأس، وهي التي تسميها الناس المقانع.

“Khimar, nama lainnya adalah Al-Maqani’, yaitu kain yang memiliki ujung-ujung yang dijulurkan ke dada wanita, untuk menutupi dada dan payudaranya, hal ini dilakukan untuk menyelisihi syi’ar wanita jahiliyyah karena mereka tidak melakukan yang demikian, bahkan wanita jahiliyyah dahulu melewati para lelaki dalam keadaan terbuka dadanya, tidak tertutupi sesuatu, terkadang memperlihatkan lehernya dan ikatan-ikatan rambutnya, dan anting-anting yang ada di telinganya…dan khumur adalah jama’ dari khimar, artinya apa-apa yang digunakan untuk menutupi, maksudnya disini adalah yang digunakan untuk menutupi kepala, yang manusia menyebutnya Al-Maqani’ (Tafsir Ibnu Katsir 10/218, cet. Muassah Qurthubah)

Lihat keterangan yang semakna di kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Al-Baghawy, Tafsir Al-Alusy, Fathul Qadir dll, ketika menafsirkan surat An-Nur ayat 31.

Dan kitab-kitab fiqh seperti Mawahibul Jalil (4/418, cet. Dar ‘Alamil Kutub), Al-Fawakih Ad-Dawany (1/334 cet. Darul Kutub Al-’Ilmiyyah), Mughny Al-Muhtaj (1/502, cet.Darul Ma’rifah) dll.

Demikian pula kitab-kitab lughah (bahasa) seperti Al-Mishbahul Munir (1/248, cet. Al-Mathba’ah Al-Amiriyyah), Az-Zahir fii ma’ani kalimatin nas (1/513, tahqiq Hatim Shalih Dhamin), Lisanul ‘Arab hal:1261, Mu’jamu Lughatil Fuqaha, dll.
Yang intinya bahwa pengertian khimar di dalam surat An-Nur ayat 31 adalah kain kerudung yang digunakan wanita untuk menutup kepala sehingga tertutup rambut, leher, anting-anting dan dada mereka.

Sementara itu wajib bagi wanita muslimah mengenakan jilbab setelah mengenakan khimar ketika keluar rumah, sebagaimana tercantum dalam firman Allah ta’ala :

(يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَحِيماً) (الأحزاب:59)

” Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudahuntuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59).

Para ulama berbeda-beda dalam menafsirkan jilbab, ada yang mengatakan sama dengan khimar, ada yang mengatakan lebih besar, dll (lihat Lisanul Arab hal: 649).
Dan yang benar –wallahu a’lamu- jilbab adalah pakaian setelah khimar, lebih besar dari khimar, menutup seluruh badan wanita.

Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu:
والجلباب هو: الرداء فوق الخمار
“Dan jilbab adalah pakaian di atas khimar ” (Tafsir Ibnu Katsir 11/252)

Berkata Al-Baghawy rahimahullahu:
وهو الملاءة التي تشتمل بها المرأة فوق الدرع والخمار.
“Jilbab nama lainnya adalah Al-Mula’ah dimana wanita menutupi dirinya dengannya, dipakai di atas Ad-Dir’ (gamis/baju panjang dalam/daster) dan Al-Khimar” 

(Ma’alimut Tanzil 5/376, cet. Dar Ath-Thaibah)
Berkata Syeikhul Islam rahimahullahu:
و الجلابيب هي الملاحف التي تعم الرأس و البدن
“Dan jilbab nama lain dari milhafah, yang menutupi kepala dan badan” (Syarhul ‘Umdah 2/270)

Berkata Abu Abdillah Al-Qurthuby rahimahullahu:
الجلابيب جمع جلباب، وهو ثوب أكبر من الخمار…والصحيح أنه الثوب الذي يستر جميع البدن.
“الجلابيب adalah jama’ جلباب, yaitu kain yang lebih besar dari khimar…dan yang benar bahwasanya jilbab adalah kain yang menutup seluruh badan” (Al-Jami’ li Ahkamil Quran 17/230, tahqiq Abdullah At-Turky)

Berkata Syeikh Muhammad Amin Asy-Syinqithy rahimahullahu:
فقد قال غير واحد من أهل العلم إن معنى : يدنين عليهن من جلابيبهن : أنهن يسترن بها جميع وجوههن ، ولا يظهر منهن شيء إلا عين واحدة تبصر بها ، وممن قال به ابن مسعود ، وابن عباس ، وعبيدة السلماني وغيرهم
 “Beberapa ulama telah mengatakan bahwa makna ” يدنين عليهن
من جلابيبهن” bahwasanya para wanita tersebut menutup dengan jilbab tersebut seluruh wajah mereka, dan tidak nampak sesuatupun darinya kecuali satu mata yang digunakan untuk melihat, diantara yang mengatakan demikian Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, dan Ubaidah As-Salmany dan lain-lain.” (Adhwa’ul Bayan 4/288)

Oleh karena itu hendaknya penanya melengkapi busana muslimahnya dengan jilbab setelah mengenakan khimar.

Datang dalam Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah:
والمشروع أن يكون الخمار ملاصقا لرأسها، ثم تلتحف فوقه بملحفة وهي الجلباب؛ لقول الله سبحانه: سورة الأحزاب الآية 59 يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ الآية.
“Yang disyari’atkan adalah hendaknya khimar menempel di kepalanya, kemudian menutup di atasnya dengan milhafah, yaitu jilbab, karena firman Allah ta’alaa dalam surat Al-Ahzab ayat 59:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ
(Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 17/176)

Berkata Syeikh Al-Albany rahimahullahu:
فالحق الذي يقتضِيه العمل بما في آيتي النّور والأحزاب ؛ أنّ المرأة يجب عليها إذا خرجت من دارها أنْ تختمر وتلبس الجلباب على الخمار؛ لأنّه كما قلنا : أسْتر لها وأبعد عن أنْ يصف حجم رأسها وأكتافها , وهذا أمر يطلبه الشّارع … واعلم أنّ هذا الجمع بين الخمار والجلباب من المرأة إذا خرجت قد أخلّ به جماهير النّساء المسلمات ؛ فإنّ الواقع منهنّ إمّا الجلباب وحده على رؤوسهن أو الخمار , وقد يكون غير سابغ في بعضهن… أفما آن للنّساء الصّالحات حيثما كنّ أنْ ينْتبهن من غفلتهن ويتّقين الله في أنفسهن ويضعن الجلابيب على خُمرهن
“Maka yang benar, sebagai pengamalan dari dua ayat, An-Nur dan Al-Ahzab, adalah bahwasanya wanita apabila keluar dari rumahnya wajib atasnya mengenakan khimar dan jilbab di atas khimar, karena yang demikian lebih menutup danlebih tidak terlihat bentuk kepala dan pundaknya, dan ini yang diinginkan Pembuat syari’at…dan ketahuilah bahwa menggabungkan antara khimar dengan jilbab bagi wanita apabila keluar rumah telah dilalaikan oleh mayoritas wanita muslimah, karena yang terjadi adalah mereka mengenakan jilbab saja atau khimar saja, itu saja kadang tidak menutup seluruhnya…apakah belum waktunya wanita-wanita shalihah dimanapun mereka berada supaya sadar dari kelalaian mereka dan bertaqwa kepada Allah dalam diri-diri mereka, dan mengenakan jilbab di atas khimar-khimar mereka??” (Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah hal: 85-86)


Berkata Syeikh Bakr Abu Zaid rahimahullahu:

حجابها باللباس، وهو يتكون من: الجلباب والخمار، …فيكون تعريف الحجاب باللباس هو:ستر المرأة جميع بدنها، ومنه الوجه والكفان والقدمان، وستر زينتها المكتسبة بما يمنع الأجانب عنها رؤية شيء من ذلك، ويكون هذا الحجاب بـ الجلباب والخمار

“Hijab wanita dengan pakaian terdiri dari jilbab dan khimar…maka definisi hijab dengan pakaian adalah seorang wanita menutupi seluruh badannya termasuk wajah, kedua telapak tangan, dan kedua telapak kaki, dan menutupi perhiasan yang dia usahakan dengan apa-apa yang mencegah laki-laki asing melihat sebagian dari perhiasan-perhiasan tersebut, dan hijab ini terdiri dari jilbab dan khimar” (Hirasatul Fadhilah 29-30)

Sebagian ulama mengatakan bahwa jilbab tidak harus satu potong kain, akan tetapi diperbolehkan 2 potong dengan syarat bisa menutupi badan sesuai dengan yang disyari’atkan (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 17/178).

Ini adalah kesalahan yang terjadi pada banyak wanita yang memakai jilbab, dimana mereka mengumpulkan rambut-rambut mereka di belakang kepala mereka sehingga menonjol dari belakang kepalanya seandainya mereka memakai jilbab di atasnya. Sesungguhnya hal ini menyelisihi syarat hijab yang telah kukumpulkan dalam kitabku “Hijab al-Mar’ah al-Muslimah minal Kitab was Sunnah”.

Dan diantara syarat-syarat tersebut adalah pakaian mereka tidak membentuk bagian tubuh atau sesuatu dari tubuh wanita tersebut, oleh karena itu tidak boleh bagi seorang wanita menggelung rambutnya dibelakang kepalanya atau disampingnya yang akan menonjol seperti itu, sehingga tampaklah bagi penglihatan orang walaupun tanpa sengaja bahwa itu adalah rambut yang lebat atau pendek. Maka wajib untuk mengurainya dan tidak menumpuknya

KALAM: Ibnu...


Selasa, 15 Jun 2010

APA ITU SUNAH Dan SUNNAH SUNAT??

Assalamualaikum
Para sahabat sebelum melakukan sesuatu kite perlu tahu ape itu sunat dan ape itu sunnah sunat sesuatu yg dituntut drpd seorang mukallaf supaya melakukannya, ttp tuntutan itu boleh dikatakan juga sesuatu yg tidaklah mesti atau sesuatu yg diberikan pujian kpd pelakunya, ttp yg meniggalkannya tidaklah tercela. 

Manakala Sunnah di sini bukanlah bermaksud mandub, iaitu diberi pahala kepada pelakunya dan tidak berdosa kepada orang yang tidak mengerjakannya.

Sunnah di sini bermaksud: Sesuatu yang lahir dari Rasulullah s.a.w., samada perkataan, perbuatan dan pengakuan.

Ia adalah hadis nabi s.a.w. yang merangkumi hukum taklifi dan hukum wad'i. Kita lihat apa definasi hukum menurut Usuliyyun:

"Khitab (firman) Allah Taala yang berhubungkait dengan perbuatan mukallaf, samada yang berbentuk tuntutan atau pilihan atau menjadikan sesuatu itu sebagai sebab, syarat atau penghalang."

Maksud `khitab Allah' di sini ialah samada ia dinisbahkan secara langsung kepada Allah atau melalui perantara seperti Sunnah, ijma', qiyas dan sumber2 hukum lainnya.

Kita ambil sunnah, mengapa ia dimasukkan di bawah kata `khitab Allah'? Kerana pada hakikatnya sunnah/sabda Rasulullah s.a.w. itu kembali kepada Allah Taala. Sekalipun lahirnya dari Rasulullah s.a.w. tetapi ia diperolehi melalui jalan wahyu.

Sunnah yang mengandungi sabdaan, perbuatan dan taqrir/pengakuan dari Rasulullah s.a.w. yang memberi petunjuk Hukum, adalah dari wahyu Allah Taala, bukan dari hawa nafsu baginda.
Berpegang kepada al-Quran ialah mengambilnya sebagai sumber hukum. Begitu juga apabila dikatakan berpeganglah kepada sunnah Rasulullah s.a.w. bermaksud mengambilnya sebagai sumber hukum.

Kami melihat beberapa kesilapan di dalam pemahaman masalah ini. Apabila dikatakan: Berpeganglah kepada sunnah, mereka memahami bahawa ia adalah mengamalkan sunnah dalam ertikata mandub.

Ini adalah salah…

Sunnah dalam ertikata mandub adalah sebahagian kecil dari maksud sunnah dalam ertikata ia sebagai salah satu dari sumber hukum Islam.

Sebab itu kita dapat melihat sebahagian dari umat Islam di negara kita bersungguh-sungguh di dalam mengamalkan sunah yg bermaksud mandub dan dalam masa yang sama mereka terlupa untuk memperjuangkannya sebagai salah satu dari sumber hukum Islam.

Tetapi yang salah ialah beranggapan bahawa sunnah yang dimaksudkan oleh sabda Rasulullah s.a.w. ialah sunah-sunah yang begitu sahaja, dengan melupakan atau meminggirkannya sebagai salah satu dari sumber hukum.

Kalam:Noorlida87

Isnin, 7 Jun 2010

FANTASI IMAM MUDA..


Assalamualaikum w.t.h

Rasanya sudah lama saya tidak menulis sesuatu.Semenjak tinggal dinegara orang ni macam laro pulak rasa.Tidak ada apa yg nak dicoretkan kerana tidak mempunyai idea sambil mengadap laptop kerana membaca paper dari malaysia saya terpandang sesuatu iaitu jumlah peserta yang menhadiri uji bakat IMAM MUDA.Jumlah peserta yang menghadiri ujibakat tidak mencecah 600 orang pun sedangkan kita sedia maklum ujibakat untuk hiburan mencecah sehingga 12 000 orang atau lebih dan 90% adalah melayu.(harian metro 7/5/2010)


Saya teringat sahbat saya selalu menerangkan pada saya bila saya sentiasa melahirkan perasaan tidak puas hati dgn keadaan sosial dan cara kehidupan orang Islam yg jauh terpesong.Sahabat saya menerangkan bahawa dalam 60  000 umat islam hanya seorang yg akan terus masuk syurga,yang selebihnya akan menjalani hukuman terlebih dahulu di neraka. Adakah kita salah seorang dari padanya.Kita lihat pula dari sudut penontonnya pula  setiap minggu kita dapat lihat beribu org datang menonton af8 dan menangis bila edola mereka tersingkir dan konsert akhir penontonnya melebihi 100 ribu arang datang kita blh lihat perempuan samada bertudung atau sebaliknya menari terkinja-kinja didepan pentas.

Bukan setakat itu sahaja selepas konsert 2 ke 3 hari masih menjadi bualan dimana sahaja samada dikedai kopi atau dipejabat.Adakah IMAM MUDA juga mendapat tempat sebegitu. Saya berada diluar negara xpastu dengan itu cuma dari info yg diterima IMAM MUDA dibuat dalam dewan dan penontonnya tidak pun memenuhi dewan dan peratusan penonton di kaca tv pun berbeza dengan AF8., mentor, my star LG, dan sbgainya.Pada keesokannya tiada bual bicarapun tentang IMAM MUDA jadi kita tunggu penghujungnya adakah ia juga sehebat AF8 dan rancangan hiburan lain kerana kita adalah negara Islam.Umum mengetahui, aktvti dan rancangan hburan yg dipaparkan adalah haram...dan mereka yg terlbat, samada secara lansung atau tdak dgn aktvti yg menyalahi hukum agama.
                                         Gambar hiasan

1. Diriwayatkan hadith daripada ibnu Abbas (r.a) berkata: 'Telah bersabda Rasulallah (s.a.w): 'Orang yg faqih (i.e. faham) (tentang Islam bersandarkan al-Quran dan as-Sunnah) itu lebih berat atasnya syaitan (mengganggunya) daripada (i.e. berbanding dengan) 1,000 hamba lain (yg tidak faham tentang ugamanya).' [Hadith ibnu Majah]

Orang yg faqih tentang Islam itu adalah orang yg faham tuntutan Islam. Dia faham perintah Allah (a.w) dalam al-Quran dan dia faham tuntutan Rasulallah (s.a.w) yg mencontohkan perlakuan seorang iman dalam realiti kehidupan dunia itu demi mencapai kejayaan dalam akhiratnya. Orang yg faham tentang ugamanya - ugama yg ditetapkan oleh al-Quran dan as-Sunnah - itu tidak mudah dikalahkan oleh syaitan. Selainnya, pasti akan dikalahkan. kalau tidak dalam konteks meminta upahan tinggi mengajarkan ilmu, dia mungkin menghalang pengajaran ilmu kepada orang lain, atau dia menggunakan ilmunya untuk mengayakan dirinya atau untuk mencari pangkat dan tempat atau kedudukan serta gelaran!

Kalau dia faham tentang Islam dan tutntutannya, tidaklah dia bertindak mengutamakan yg kecil-kecil dan meninggalkan yg haq seperti mengajarkan manusia bagaimana beribadah dengan betul, bukan mengajar tasawuf atau terikat itu dan ini. Kerana asasnya seseorang yg hidupnya menepati ketetapan Ayat 13, Surah an-Nisa' sudah pasti dijamin syurganya. Orang yg berpandukan hanya kepada al-Quran dan as-Sunnah sudah pasti tidak sesat mencari 'siratul mustaqim' itu!

2. Diriwayatkan hadith dari Muhamab b Sirin, hadith dariada Anas b Malik (r.a) berkata: 'Rasulallah (s.a.w) bersabda:' Mencari ilmu itu wajib atas setiap orang Islam.' [Hadith ibnu Majah]

Hadith di atas ini memberi kita tahu bahawa mencari atau mempelajari ilmu itu wajib bagi kita yg mengaku diri kita Islam. Kerana hanya dengan ilmu kita trpandu dalam segala sesuatu. Malah Allah (a.w) berfirman dalam Ayat 36, Surah al-Isra' jangan kita lakukan atau amalkan atau ibadahkan sesuatu selagi kita jahil mengenainya! Kita wajib pelajari dulu apa yg hendak kita amal dan ibadahkan. Kita tidak boleh ikut atau bertaklid sesuatu.

Hari ini berapa ramai orang yg mengakui dirinya Islam menerima dosa tanpa terhenti setiap hari - saat dan ketika, kerana mengabaikan perintah ini! Berapa ramaikah orang Islam yg benar-benar akur mencari ilmu? Ada para ilmuwan yg suka membaca kitab-kitab karangan manusia, menganalisisnya setiap hari, tetapi tidak pula berusaha mempelajari al-Quran dan as-Sunnah. Konon-kononnya mereka mencari jalan pintas tentang ilmu dengan meneliti apa orang lain kata tentang ketetapan al-Quran dan as-Sunnah! Dia sendiri tak mahu belajar al-Quran dan al-Hadith!

Rasulallah (s.a.w) memberitahu dalam as-Sunnah: 'Taraktu fikum 'amraini lan tadillu ma tamasaktum bihima, wahua kitabullahi wa-sunnati nabiyi' [Maksud: Aku tinggalkan kepada kamu sekelian (umat Islam) dua hazanah yang sekiranya kamu sekelian berpegang dengannya, tidak akan sesat kamu selama-lamanya, iaiatu Kitab Allah (a.w) (i.e. al-Quran) dan Sunnah NabiNya (i.e. as-Sunnah).' Hari ini ramai orang Islam sesat kerana mereka tidak mempelajari al-Quran dan as-Sunnah!
Kemudian Rasulallah (s.a.w) memberitahu: 'Al-ilmu thalathatun wama siwak zalika fahua fadlun: ayatun mukhkamatun au sunnatun qaimatun au faridatun adilatun' [Maksud: Ilmu yg wajib dipelajari (dan dikuasai oleh orang Iman itu) adalah tiga, adapun dibelakang yg tiga itu berguna juga, (adapun yg wajib itu adalah) Ayat yg menghukum i.e. al-Quran dan sunnah yg tegak i.e. as-Sunnah dan hukum faraid yg adil.] [Hadith ibnu Majah]. Ilmu yg tiga itu untuk akhirat manusia.

3. Diriwayatkan hadith dariada Qasim hadith daripada Abi Umamah berkata: 'Telah bersabda Rasulallah (s.a.w): 'Diwajibkan atas kamu dengan ini ilmu (i.e. al-Quran dan as-Sunnah) sebelum bahawasanya digenggam (i.e. dicabut oleh Allah (a.w)) dan menggenggamnya pada ilmu (i.e. disimpan oleh Allah (a.w)) apabila diangkat (oleh Allah (a.w) ilmu)' dan mengumpulkan (Rasulallah (s.a.w) antara dua jarinya, yg tengah dan jarinya yg terdekat kepada ibu jarinya (i.e. dengan membuat isyarat 'V' dengan jari telunjuk dan jari hantunya) demikian (seolah-olah mengisyarat), kemudian bersabda: 'Orang yg alim (i.e. yg pandai) dan (orang yg) diajarkan (ilmu) sama-sama kedua-duanya di dalam (mendapat) pahala dan tiada yg lebih baik (dari keduanya) dari seluruh manusia.' [Hadith Ibnu Majah]

Di dalam hadith di atas itu, kita diberitahu oleh Rasulallah (s.a.w) bahawa orang yg mengajarkan ilmu dan orang yyg belaja ilmu itu sama saja taraf dan kedudukan, i.e. mendapat pahala yg sama. Yg membezakan hanya siapa yg lebih banyak mengajarkan ilmu dan lebh banyak menerima ilmu. Mereka yg mengajarkan ilmu dan mempelajari ilmu itu pada Allah (a.w) adalah lebih banik dari manusia lain yg tidak mempelajari atau mengajarkan ilmu. Tapi ingat, bukan sebarang ilmu. Ilmu yg tiga di atas tadi yg diajarkan dan dipelajari sahaja yg mendapat ganjaran pahala kerana itulah ketetapan Allah (a.w) dan RasulNya.

4. Diriwayatkan hadith dari al-Makburiyu hadith daripada abi Hurairah (r.a) berkata: 'Aku mendengar Rasulallah (s.a.w) bersabda: 'Barangsiapa datang ke masjidku ini (i.e. Masjid Nabawi) tidak datang dia kecuali kerana mencari kebaikan (dengan) mempelajari ilmu atau (dia) mengajarkan ilmu, dan kedua-duanya sama dengan tempatnya (i.e. mertabatnya) dalam (seumpama) berjihad (i.e. berperang) dalam jalan (i.e. ugama) Allah (a.w), dan barangsiapa datang kepadanya kerana selain demikian (tujuan), maka dia seperti tempat seorang lelaki yg melihat kepada kesenangan selainnya.' [Hadith ibnu Majah]

Di dalam hadith-hadith lain disebutkan pahalanya. Contoh: sesiapa yg mempelajari satu ayat al-Quran adalah baginya pahala melebihi pahala seorang iman yg mengerjakan 100 rakaat solat sunat. Dan, sesiapa yg mempelajari satu bab al-Hadith mendapat ganjaran pahala lebih banyak dari seorang iman yg bersolat 1,000 rakaat sunat!

5. Diriwayatkan hadith daripada Othman (b Affan (r.a)) berkata hadith dari Nabi (s.a.w) yg bersabda: 'Sebaik-baik (i.e. orang yg bterbaik dikalangan) kamu adalah orang yg belajar (ilmu) al-Quran dan mengajarkannya (i.e. ilmu al-Quran kepada orang lain).' [Hadith Bukhari, Bab Kefadhalan al-Quran]

Di dalam hadith di atas Othman ibni Affan (r.a), khalifah ar-rasyidin al-mahdiyin yg ke-3, melapurkan sabda Rasulallah (s.a.w) bahawa orang yg terbaik di sisi Allah (a.w) itu adalah orang yg belajar dan orang yg mengajarkan al-Quran. Maksudnya: pelajarilah atau ajarilah al-Quran itu sebagaimana sewajarnya, iaitu membacanya dengan bacaan yg betul dan dengan tajwid yg baik, kemudian memahami apakah perintah Allah (a.w) dalam firman-firmanNya itu, supaya boleh menjadi peringatan kepada kita yg beriman.
Di dalam al-Hadith disebutkan sabda Rasulallah (s.a.w) bahawa sesiapa yg menbaca al-Quran itu mendapat ganjaran pahala membaca setiap satu huruf sepuluh ganjaran pahala. maka dengan itu membaca 'alif-lam-min' mendapt 30 ganjaran pahala. Kemanfaatan itu tidak termasuk pula kefahaman yg didapati dari al-Quran, termasuklah kefahaman bahawa Allah (a.w) perintah manusia yg beriman tu ambil dan anmalkan segala sesuatu yg diperintah oleh Rasulallah (s.a.w). Maka dengan itu disebutkan bahawa sesiapa yg mempelajari al-Quran dan mengajarkan al-Quran mendapat kefadhalan seumpama amalan 60,000 orang ahli ibadah. Begitu besar pahalanya. Tetapi, mengetahui hakikat ini masih ramai orang Islam termasuk ulama' dan para ilmuwan sendiri tidak menjadikan kelaziman dirinya membaca al-Quran dan mempelajari al-Quran (dan mempelajri as-Sunnah).
Sebaliknya mereka bersusah payah meneliti kitab-kitab karangan manusia, dan kemudian berbangga pula mendapat idea atau ketetapan yg secocok dengan keinginannya tentang sesuatu. Dan, kerana kejahilan atau kerana kurang yakin dia tentang hari akhiratnya, maka ketetapan Allah (a.w) dalam al-Quran dan ketetapan Rasulallah (s.a.w) dalam as-Sunnah diremehkan atau sama sekali dipersoalkan. Apabila ada pula pandangan ulam' atau ilmuwan yg termakan olehnya logiknya, maka diketetapikan ketetapan al-Quran dan as-Sunnah, maka diambil dan diterimanya fikiran atau tafsiran manusia! Alangkah ruginya! Sudah lah mempelajari kitab-kitab tidak mendapat pahala apa-apa, malah kemungkinan mencelarukan pula kefahaman tentang Islam dan syariatnya (dan, mungkin aqidahnya dalam Islam terpesong dari landasan yg haq), apabila diterimanya pendapat manusia dan diabaikannya perintah Allah (a.w) dan RasulNya pula, maka rosaklah dia dan bahayalah akhiratnya pula!
Allah (a.w) perintahkan di dalam al-Quran bahawa seseorang yg betul-betul beriman itu adalah apabila diberitahu sesuatu dalam al-Quran dan as-Sunnah, reaksi mereka mendengar (ketetapan a-Quran dan as-Sunnah), kemudian mentaatinya, bukan membuat keputusan untuk menerima pandangan pihak lain tentang Islam selain akur dengan as-Sunnah. maka kerana itu tidak hairanlah begitu sedikit orang Islam dan beriman yg berjaya mendapat syurga (dikatakan di dalam al-Hadith hanya seorang daripada 60,000 orang yg Islam itu yag berjaya mendapat syurga di akhirat kelak. Semoga Allah (a.w) terus membimbing kita dan mengukuhkan lagi petunjuk yg dikurniakan olehNya kepada kita.
                        Gmbr hiasan: Penempatan imam muda
 Nukilan: Siakap
p/s:xde tajuk..ana xtau nk pkkn tjuk sesuai...hehe..men ltk jer ekk siakap..jazakallah barakallah bg  artikel ni...adeyhh pekat dialek siakp..indu nk blik ker..



Isnin, 3 Mei 2010

KHAIRUNNISA-SEBAIK-BAIK WANITA



Assalamualaikum wbt


Khairunnisa nama yg membawa maksud "SEBAIK-BAIK WANITA"...apa sebenarnya pengertian baik???mcammaner nak jd baik??Senang ker nak jd baik??selalunya segelintir masyarakat memandang wanita yg baik itu apabila berhijab labuh, berstokin, tdung labuh dan menghormati org tua,,,sedangkan definisi baik itu merangkumi segalanya hal yg zahir dan batin samada antara diri sendri, ibu bapa, keluarga, masyarakat, agama , perilaku atau pergaulan dan butir bicara..dalam erti kata lain...untuk jadi baik, kita hendaklah melakukan segala suruhanNYA , dan mngglkan laranganNYA(amal makruf nahi mungkar)....Allah SWT telah berfirman akan ganjaran bagi mereka yg mengerjakan amal yg baik iaitu:


Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).(Al- An'aam:160)

Selalunya, hukum ciptaan manusia kita lbh takut dari hukum yg telah sedia termaktub di dalam kalam ALLAH swt...atau hukum manusia membuatkan kita lupa akan hukumNYA...contohnya dalam pergaulan kita seharian, Allah swt telah menggariskan batas2 dan adab2 pergaulan samaada sesama gender, atau sebaliknya, dan sesama muslim atau sbaliknya.. namun dek kerana kita sukakan keseronokan dunia, kita utamakan hal dunia tanpa mengira halal haram dan hukum yg telah ditetapkan oleh Ya Rabb...kita bebas bergaul, bertepuk-tanpal..berdampingan dan sebagainya samada dlm waktu kerje, belajar, majlis2 tertentu dan sbgainya,,,hal seperti ini akan membuatkan kita makin jauh dariNYA kiranya kita ambil mudah, abaikan atau ingkar perintahNYA....sedngkan Allah swt telah berfirman dlm surah al-Maa-idah ayat 35 iaitu:



Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (al-Maa-idah:35)

Bukan senang untuk mnjadi baik..kerana apa??kerana kita memerlukan kekuatan, ketakwaan dan skap istiqomah yg tinggi dalam dr agar dapat menempis sgla anasir2 yg boleh membawa kita ke arah kelekaan, kemaksiatan dan kemusnahan pd dr sndri... kita perlu masukkan dri kita ke dalam ISLAM secara mnyeluruh, bukan hanya separuh-separuh atau sekadar melepaskan batuk di tangga...contohnya dalam isu solat.setiap pergerakan, butir bacaan dlm solat, kita perlu faham dan tahu maksudnya agar solat itu, akan meniupkan roh keimanan yg kental dlm diri kta...solat yg sempurna akan membuatkan dri kita malu untuk melakukan maksiat dan kemungkaran...sesungguhnya firman Allah swt...iaitu


Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.(surah Al-Baqarah:208)

Wahai ukhti muslimah dah seluruh umat manusia,...sama2lah kita mncari keredhaan Allah untuk mncapai kejayaan di syurgawi kelak...keseronokan dunia hanya sementara......janji Allah swt kepada mereka yg taat dan patuh pada hukumnya dan mnglkan laranganNYA bukan palsu...jadilah mukmin yg sebaiknya...untuk baik dan mncapai kjyaan di akhrat bkn mudah..nmun sm2lah  kita bermuhasabah dan bermujahadah dan memohon keampunan drNYA..sesungguhnya Allah swt berfirman....


Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,(surah Ali-Imran:133)


p/s: ermm xdpt nk taip pnjng2..trsa sebak dan tnpa sdr air mt mnglir... hr ini 3 mei 2010, genap sthn pemergian arwah khairunnisa...anak buah yg teristimewa bg ana. dan mreka2 yg mngnalinya....smga arwah ditempatkn diklngan mereka2 yg beriman...Al-fatihah....teratak ini juga ana buat stlh beberapa hri pemergian arwah...pmergiannya bgtu mmberi kesan yg ckp mndalam kpd ana..ajal maut tdk mgra usia, pngkt drjah, sakit atau sht...yg mmbezakn???amal ibdh, dosa phla kita di hri perhitungn kelak..Wallahualam....

Sabtu, 17 April 2010

BERMUJAHADAH

Assalamualaikum wbt...


Alhamdulillah...syukur kehadrat Allah SWT dgn limpah dan kurniaNYA..hri ini kita masih diberi peluang, peluang apa?untuk meneruskan tugas sbgai khalifah di muka bumi ini...namun..adakah kita menjalankan tugas atau erti kata lain tnggjwb kita yang sebenarnya kepada Yang Maha Esa??Rasulullah SAW telah bersabda " Aku tinggalkan pada kamu dua perkara yg tidak akan sesat sesiapa yg berpegang pada kedua-duanya iaitu kitab Allah dan sunnahku". Namun, apa yang telah berlaku detik ini????

Adakah jiwa kta merasa nikmat  ALLAH??nikmat sebagai seorang mukmin sejati??Atau kerana dek terlalu cintakan dunia sehingga kita tdak dapat merasa nikmat ISLAM...ISLAM itu hanya bersumberkan dari al-Quran dan Sunnah...ini yang telah digariskan oleh Ya Rabb untuk kita mencri redhaNYA...mngecapi manisnya Iman...Firman Allah SWT " Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".(Surah Al-Baqarah:62).

Namun hari ini, dapat dilihat Islam dicampur dan ditokok tambah dengan peraturan yang dbuat oleh manusia itu sendri mngkut selera msing2...walaupun kita sdar hanya KalamNYA dan sunnah dari kekasih Allah sahaja yang diterima...Tapi fenomena hari ini, manusia mula hilang jati diri, hilang skap kemanusian, hilang maruah dri, leka dek keseronokan dunia dan tamakkan takhta dan harta...maka hukum dan aturan agama dikotak katikkan.dan ditentang smada secara terbuka, senyap dan melalui dalaman skp kita sendri..hukum agama diambil mudah...yang haram kita halalkan... yg sunnah kta lebihkan sdangakn yg wajib kta abaikan...Nauzubillah...Allah swt telah berfirman dan mengingatkan umatnya iaitu...

"Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan."(surah Mujaadilah:5)

Oleh  itu, sama-sma kita bermujahadah agar kita tdak leka dgn keseronokan arus dunia dan peraturan yg kita ciptakan sendri...sedangkan kita sedia maklum...manusia itu tdak sempurna,, mka hendaklah kta beriman dan taat padaNYA sahaja.....setiap apa yg dilakukan hendaklah kita ikat kerana Allah SWT, berlandaskan Al-Quran dan sunnah...agar kita dapat mengecapi kebahgian hakiki yang telah dijanjiNYA kelak....Allahuakbar...

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.