Sabtu, 25 Jun 2011

Shirathal Mustaqim

*** Bismillahirrahmanirrahim *** 
***Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang***
Tunjuki kami jalan yang lurus (Shirathal Mustaqim). (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka,bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat”. (QS. Al Fatihah : 7)
Doa tersebut sesungguhnya dimohon berulang kali dalam setiap shalat sejak kecil saat seseorang mengerjakan shalat lima waktu. Tidak kurang dari 17 kali setiap hari seseorang berkomunikasi dengan Allah SWT untuk diberikan nikmat melalui jalan lurus.
Pada asalnya manusia itu tercipta sebagai makhluk yang suka berbuat zalim lagi bodoh, sehingga sejak dari permulaan manusia itu memang tidak punya ilmu dan cenderung melakukan hal-hal yang disenangi oleh hawa nafsunya yang buruk. Maka segala sesuatu yang hendak diucapkan atau dilakukannya membutuhkan ilmu yang menyingkap kejahilannya dan sikap adil yang menyingkirkan kezalimannya. Apabila Allah tidak menganugerahkan kepadanya ilmu serta sikap adil yang lebih rinci, sebab jika tidak demikian- maka di dalam dirinya tetap akan tersisa kebodohan dan kezaliman yang akan menyeretnya keluar dari jalan yang lurus.
Jalan yang lurus memang dambaaan semua orang, karena secara naluri manusia tetap hidupnya mengikuti aturan yang ada, karena siapa saja yang mencari jalan lainnya maka ia tidak akan sampai kepada Allah.
Shirathal Mustaqim (jalan yang lurus) ialah kebenaran yang Allah telah membangkitkan utusan-NYA Muhammad SAW dengan mengerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilaranganya serta membenarkan tentang apa-apa yang beliau beritakan (syiarkan) dan tidak ada jalan kepada Allah kecuali dengan itu, dan itulah jalan para wali Allah yang taqwa, jalan kelompok partai Allah yang bahagia dan jalan tentara Allah yang menang.
Dan setiap yang berlawanan dengan kebenaran itu adalah jalan para penyeleweng dan orang-orang sesat padahal Allah menyucikan Nabi-Nya dari penyelewengan dan kesetan itu. Allah pernah berfirman : “Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru. Dan tidaklah yang diucapkan itu menurut kemauan hawa nafsu. Bahwa itu tidak lain ialah wahyu yang diwahyukan“. (QS. An-Najm: 1 - 4 )
Marilah kita bermohon kepada Allah, semoga Dia berkenan menunjuki kita dan menunjuki para sahabat kita yang lain kepada jalan orang-orang yang mendapat nikmat terdiri dari para Nabi, para Shiddiq, Syuhada dan orang-orang shaleh, mereka itu adalah sebaik-baiknya teman/sahabat.


0 comments: