Selasa, 9 Februari 2010

PERANAN DOA


Bukan setakat memohon untuk dikurniakan jodoh, peranan doa amat luas dan penting dalam menentukan hala tuju kehidupan seseorang. Baik kehidupan di dunia mahu pun kehidupan di akhirat. Dengan merendah diri dan berdoa seseorang akan dapat mengagungkan kekuasaan tuhan dan menyedarai kelemahan diri sendiri. Seterusnya meletakkan satu pengharapan kepada tuhan dalam mencapai cita-cita.


Di dalam surah Al-Baqarah, ayat 186, Allah telah berfirman, “..Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka menyahut seruanku (dengan mematuhi perintahKu), dan hendaklah mereka beriman kepadaKu supaya mereka menjadi baik serta betul. ”


Firman Allah lagi di dalam surah Ghafir ayat 55, “Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.”


Kedua-dua ayat ini menunjukkan Allah menyuruh semua umat Islam berdoa kepadaNya, seterusnya beriman dengan mematuhi perintahNya. Mereka yang tidak memohon sesuatu daripada Allah dikategorikan sebagai orang yang sombong dan takbur.


Menurut An-Nu’man Bin Basyir, Rasulullah pernah berkata , “Doa itu termasuk ibadah,” lalu beliau membaca ayat 55 dari surah Ghafir seperti di atas.[1]

Di dalam riwayat lain, Rasulullah telah bersabda, “Tiada sesuatu pun yang lebih mulia di sisi Allah Azza wa Jalla selain daripada doa.” [2]


Di dalam konteks mencari pasangan hidup, amalan berdoa perlu dimulakan sejak awal. Setelah berniat dengan betul, doa diteruskan secara konsisten sepanjang masa. Mudah-mudahan Allah mempertemukan dengan pasangan hidup yang dapat menjamin kesejahteraan di dunia dan di akhirat.Berikut merupakan antara 9 petua dari Rasulullah s.a.w. untuk mencapai doa yang mustajab yang sempat saya sertakan :


1. Anas Bin Malik meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Doa di antara azan dan iqamat tidak akan ditolak.”[3]


2. Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Allah akan turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam yang terakhir, seraya berfirman: Sesiapa yang berdoa kepadaKu, maka Aku akan menerima permintaannya dan sesiapa yang meminta keampunan dariKu maka Aku akan mengampuninya. [4]


3. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tiga orang yang tidak ditolak doanya, iaitu pemimpin yang adil, orang berpuasa ketika dia berbuka dan orang yang dianiaya. Allah mengangkat doa-doa itu ke awan dan pintu-pintu langit dibuka.” [5]


4. Ibnu Abbas meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Aku dilarang membaca Al-Quran ketika sujud dan rukuk. Waktu yang paling dekat di antara hamba dan tuhanNya adalah ketika sujud, maka perbanyakkanlah doa ketika itu.” [6]


5. Hadis Abu Hurairah r.a, Nabi s.a.w bersabda: “Jika kamu mendengar ayam jantan berkokok, pohonlah kurnia daripada Allah, kerana sesungguhnya binatang tersebut melihat malaikat. Jika kamu mendengar keldai memekik, pohonlah perlindungan daripada Allah dari godaan syaitan, kerana binatang tersebut melihat syaitan.”[7]


6. Ubadah Bin As-Shamit berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, “Sesiapa yang bangun pada malam hari dan mengatakan,Kemudian mengatakan, atau berdoa, doanya akan dimakbulkan. Apabila beliau berwudhu (dan mengerjakan solat malam), solatnya akan diterima Allah.” [8]


7. Ata Bin Abi Rabah berkata “Telah sampai padaku bahawa Rasulullah bersabda, sesiapa yang membaca surah Yassin pada permulaan hari maka segala hajatnya akan dipenuhkan.” [9]


8. Hadith dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Doa seseorang itu akan dikabulkan selagi dia tidak terburu-buru menyebabkan dia berkata: Aku berdoa tetapi tidak dimakbulkan.” [10]


9. Hadith dari Abu Hurairah, “Rasulullah memperkatakan mengenai hari Jumaat. Lalu baginda bersabda, pada hari Jumaat itu ada suatu saat. Bilamana seorang muslim dapat menepatinya dalam keadaan sedang berdoa, memohon sesuatu daripada Allah, pasti dia akan dianugerahkan apa yang dipohonnya itu.” [11]


Wallahu’alam.....Ibnu..

4 comments:

ibnu berkata...

'Jangan salahkan Allah bila doa tak dikabulkan dan jangan pula menggerutu atau jemu,'' kata Abdul Qadir-Jailani dalam Mafatih al-Ghaib. Yang perlu dipertanyakan adalah mengapa doa kita tak terkabul? Ada dua sebab mengapa doa tertolak. Yaitu, pertama, tidak memperhatikan adab berdoa, baik adab lahir maupun adab batin.
Rasulullah SAW bersabda, ''Doa seorang hamba Allah tetap dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau memutuskan silaturahim atau tak terburu-buru segera dikabulkan.'' Seorang sahabat bertanya, ''Wahai Rasulullah, apakah maksud terburu-buru?'' Rasulullah menjawab, ''Ia mengatakan, 'aku telah berdoa tapi aku tidak melihat doaku dikabulkan', sehingga ia mengabaikan dan meninggalkan doanya itu.'' (HR Muslim).

Ketika suatu doa tak segera menampakkan tanda-tanda terijabah, maka seharusnya seseorang tetap berbaik sangka kepada Allah SWT. Sebab, Allah SWT akan mengganti bentuk pengkabulan doa dengan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi si pemohon atau ditunda pengabulannya hingga hari akhirat dalam bentuk deposito pahala.
Kedua, perilaku buruk. Syaqiq al-Balkhi bercerita: ketika Ibrahim bin Adham berjalan di pasar-pasar Bashrah, orang-orang mengerumuni beliau. Mereka bertanya, mengapa Allah belum juga mengabulkan doa mereka padahal telah bertahun-tahun berdoa, serta bukankah Allah berfirman, ''Berdoalah kalian, maka Aku mengabulkan doa kalian.'' Ibrahim bin Adham menjawab, ''Hatimu telah mati dari sepuluh perkara.
'' Yakni, pertama, engkau mengenali Allah, tetapi tidak menunaikan hak-Nya. Kedua, engkau membaca kitab Allah, tetapi tidak mau mempraktikkan isinya. Ketiga, engkau mengaku bermusuhan dengan iblis, tetapi mengikuti tuntunannya. Keempat, engkau mengaku cinta Rasul, tetapi meninggalkan tingkah laku dan sunah beliau. Kelima, engkau mengaku senang surga, tetapi tidak berbuat menuju kepadanya.
Keenam, engkau mengaku takut neraka, tetapi tidak mengakhiri perbuatan dosa. Ketujuh, engkau mengakui kematian itu hak, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kedelapan, engkau asyik meneliti aib-aib orang lain, tetapi melupakan aib-aib dirimu sendiri. Kesembilan, engkau makan rezeki Allah, tetapi tidak bersyukur pada-Nya. Dan kesepuluh, engkau menguburkan orang-orang, tetapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu.
( M Subhi-Ibrahim )

mira berkata...

As salam
Doa bukan bertujuan hanya digunakan untuk meminta sewaktu kite menghadapi kesusahan tetapi kita diminta untk sentiasa berdoa untuk memperoleh keberkatan hidup.Seperti kata ibnu yg panjang lebar persis ustaz tu.doa ada adap2 nya.Jika kite lihat ramai org berdoa sambil bercakap dgn rakan sebelah.cuba bayangkan kite yg hina ini sedang bercakap dgn kawan kite dan kawan kite bercakap dgn org lain.Adakah kite akan marah.Fikirkan lah

siakap_laut berkata...

Adap Ketika Berdoa dan Berdzikir kepada Allah
Hendaknya memulai doa dengan memanjatkan pujian dan rasa syukur kepada Allah
Harus meyakini bahwa Allah akan mengabulkan doanya
Mengulangi doanya sampai tiga kali
Saat berdoa , hendaknya merendahkan suaranya
Hendaknya saat berdoa diiringi dengan perasaan hina ,merendah ,khusyu' harap cemas
Sebelum memohon kepada Allah , hendaknya membersihkan diri lahirdan batin
Saat berdoa sebaiknya tidak memaksakan diri untuk bersajak atau puisi
Hendaknya tidak bersikap egois dalam berdoa
Memperbanyak tobat sebelum memohon kepada Allah
Jangan memohon berdoa untuk kesengsaraan atau kecelakaan bagi keluarga atau harta
Hendaknya memperbanyak doa di segala kondisi
Tidak memohon sesuatu kecuali kepada Allah
Memperbanyak doa dengan asma'ul husna-Nya
Memperhatikan waktu ,tempat dan keadaan di mana doa akan mudah untuk di jabahi

ibnu berkata...

Saudaraku ikan siakap yang dirahmati Allah SWT, adab berdoa dalam Islam yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah sebagai berikut :


• Ikhlas karena Allah semata. (QS. Al-Mu’min: 14),(QS. Al-Bayyinnah: 5)
• Mengawalinya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, lalu diikuti dengan bacaan shalawat kepada atas Rasulullah dan diakhiri dengannya.
• Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan do’a serta yakin akan dikabulkan
• Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdo’a dan tidak terburu-buru.
• Menghadirkan hati dalam do’a.
• Memanjatkan do’a, baik dalam keadaan lapang maupun susah.
• Tidak boleh berdo’a dan memohon sesuatu kecuali hanya kepada Allah semata.
• Tidak mendo’akan keburukan kepada keluarga, harta, anak dan diri sendiri.
• Merendahkan suara ketika berdo’a, yaitu antara samar dan keras. (QS. Al-A’raaf: 55, 205).
• Mengakui dosa yang telah diperbuat, lalu mohon ampunan atasnya, serta mengakui nikmat yang telah diterima dan bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut.
• Tidak membebani diri dalam membuat sajak dalam do’a.
• Tadharru’ (merendahkan diri), khusyu’, raghbah (berharap untuk dikabulkan) dan rahbah (rasa takut tidak dikabulkan). (QS. Al-Anbiyaa’: 90).
• Mengembalikan (hak orang lain) yang dizhalimi disertai dengan taubat.
• Memanjatkan do’a tiga kali.
• Menghadap Qiblat.
• Mengangkat kedua tangan dalam do’a.
• Jika mungkin berwudhu’ terlebih dahulu sebelum berdo’a.
• Tidak berlebih-lebihan dalam berdo’a.
• Tawassul kepada Allah dengan Asmaa’-ul Husna dan sifat-sifatNya yang Maha Tinggi, atau dengan amal shalih yang pernah dikerjakannya sendiri atau dengan do’a seorang shalih yang masih hidup dan berada di hadapannya.
• Makanan dan minuman yang dikonsumsi serta pakaian yang dikenakan harus berasal dari usaha yang halal.
• Tidak berdo’a untuk suatu dosa atau memutuskan silaturahmi.
• Menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
• Harus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar (menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran).
• Hendaklah orang yang berdo’a memulai dengan mendo’akan diri sendiri, jika dia hendak medo’akan orang lain.

Berikut saya sertakan beberapa ayat Al Qur’an yang terkait dengan doa :

“Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya[769]. Dan doa (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka” (QS. 13 : 14).
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. 2 : 186).
“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)” (QS. 27 : 62).
“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" (QS. 40 : 60).
“dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras” (QS. 42 : 26).

Salam Berkah